MENGENAL PENINGGALAN SEJARAH YANG ADA DI PULAU LOMBOK KHUSUSNYA KEMALIQ RANGET

MENGENAL PENINGGALAN SEJARAH YANG ADA DI PULAU LOMBOK KHUSUSNYA KEMALIQ RANGET

Penulis: Anggie Dwi Prasasti

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau provinsi Nusa Tenggara Barat yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau di provinsi Nusa Tenggara Barat ini memang kaya akan budaya dan sejarahnya yang tidak kalah menarik dengan provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Pulau Lombok juga dikenal dengan Pulau Seribu Masjid. Pulau Lombok memiliki bahasa daerah, yaitu bahasa Sasak yang sering digunakan oleh masyarakat Suku Sasak sendiri. Bahasa dari Suku Sasak ini hampir mirip dengan bahasa Jawa dan bahasa Bali.

Dari sekian masyarakat yang tinggali di Suku Sasak khususnya masyarakat asli Suku Sasak masih terlihat tradisional dikarenakan adanya tradisi dan sejarah budaya yang dimiliki. Salah satu sejarah budaya yang terdapat di Suku Sasak atau Pulau Lombok, yaitu Kemaliq Ranget yang terletak di Dusun Ranget, Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kemaliq berasal dari kata Maliq yang berarti keramat atau suci. Kemaliq juga bisa diartikan sebagai sebuah tempat yang sakral dan disakralkan oleh masyarakat yang biasanya terdapat penanda di dalamnya. Kemaliq Ranget yang berada di tengah hutan ini dikatakan sakral sejak tahun 1800-an oleh baloq Alisah (orang pertama yang bertempat tinggal di Dusun Ranget). Di dalam bukunya, Lalu Agus Fathurrahman mengemukakan bahwa kemaliq ialah pusat inti kosmos bumi atau bisa dikatakan sebagai prasasti yang berada di Suku Sasak. Di daerah selain Lombok juga terdapat kemaliq dengan nama yang berbeda.

Kemaliq Ranget ditandakan dengan adanya mata air dan sebuah batu. Yang dimana mata air ini bisa digunakan oleh masyarakat sekitar Dusun Ranget untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagai pengairan sawah. Kemaliq bisa disebut juga sebagai tempat spiritual bagi para leluhur. Pada zaman dahulu, kemaliq berfungsi sebagai tempat para leluhur beristirahat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. atau sebagai tempat bertafakurnya para leluhur. Dikarenakan kemaliq merupakan prasasti yang berada di tanah Sasak, maka dari itu kemaliq dikatakan sebagai warisan budaya peninggalan sejarah yang ada di Suku Sasak.

Bapak Septori Wirawan selaku Kepala Dusun di Dusun Ranget sangat menyadari akan warisannya dan bertanggung jawab untuk mempertahankan warisannya dari gangguan masyarakat luar. Kenapa sih banyak yang tertarik untuk mengambil kemaliq ini?. Karena kemaliq memiliki aura positif dan terdapat energi kebaikan yang terpusat disana, maka banyak masyarakat pendatang yang ingin mengambil alih tempat tersebut. Sebenarnya, selain digunakan sebagai tempat spiritual masyarakat dan leluhur, ternyata pada zaman dahulu kemaliq juga digunakan sebagai tempat untuk menyambung tali silaturahmi. Beberapa kemaliq yang ada di Suku Sasak sudah di ambil alih oleh masyarakat luar, yaitu Kemaliq Batu Bolong menjadi Pura Batu Bolong, Kemaliq Lingsar menjadi Pura Lingsar, sekarang Kemaliq Ranget yang berubah menjadi Pura Ranget yang tertera pada aplikasi google maps. “meskipun begitu, saya tetap shalat di kemaliq ini, karena saya berpikir ini warisan para leluhur yang harus saya jaga dan saya pertahankan keberadaannya.” ujar Septori Wirawan.

Komentar

  1. bagus, sangat menambah wawasan

    BalasHapus
  2. Waah mantap sekali, sangat menambah wawasan 👍

    BalasHapus
  3. wiih mantab, terus kembangkan dan lestarikan.

    BalasHapus
  4. Aku yang orang Lombok asli aja baru tau istilah Kemaliq Ranget.. thank you yaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kaaak, sama sama yaaaa. harus belajar lagi yaaa kaak, biar peninggalan sejarah yang ada di tanah Sasak ga hilang jangan lupa di jaga jugaaaa

      Hapus
  5. Pengen banget terus ada informasi yang menarik seperti ini

    BalasHapus
  6. Wahh bagus sekali, menambah wawasan👍

    BalasHapus
  7. Bagus sekaliii dan sangat bermanfaat👍

    BalasHapus
  8. Infonya menarik bgtt, semangat terus kak!!

    BalasHapus
  9. Bagus nih. Semangat terus nulis kedepan nya

    BalasHapus
  10. 19 tahun baru tau ada ginian di Lombok.... Jadi malu😭👎🏻 makasih informasinya ya, artikelnya bermanfaat sekali huhu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kemaliq Ranget

Hutan yang Dikeramatkan